Saya akan dengan senang
hati membantu membuatkan situs jurnal untuk mempublikasikan skripsi mahasiswa
Faperta Undana. Namun demikian, terus terang, saya sebenarnya sangat galau
dengan rencana ini. Kegalauan saya didasarkan atas pengamatan saya terhadap
skripsi mahasiswa Faperta Undana mengenai aspek-aspek sebagai berikut:
- Perumusan masalah
penelitian. Permusan masalah selalu dimulai dengan pernyataan bahwa tanaman penting
untuk diteliti karena mempunyai kandungan zat gizi. Kandungan zat gizi menjadi
permasalahan yang penting dalam minat ilmu pangan, tetapi bukan dalam minat
agronomi, ilmu tanah, dan perlindungan tanaman. Perumusan masalah juga selalu
dimulai dengan tanaman, bukan sesuai dengan bidang ilmu. Permasalahan tanaman
merupakan lingkup minat agronomi, sehingga pendahuluan dan tinjauan pustaka
skripsi minat ilmu tanah, perlindungan tanaman, dan ilmu pangan tidak
seharusnya dimulai dengan menguraikan tanaman.
- Penggunaan nama ilmiah.
Nama ilmiah merupakan nama yang diberikan kepada mahluk hidup, bukan terhadap
produk mahluk hidup atau hasil olahannya dan juga bukan kepada nama mahluk
hidup yang digunakan sebagai keterangan. Tanaman jagung mempunyai nama ilmiah Zea mays, tetapi frasa seperti produksi
jagung, pengolahan jagung, pemasaran jagung, apalagi jagung bose, tidak boleh
diikuti dengan nama ilmiah. Nama ilmiah juga harus dirujuk dari sumber yang
mempunyai otoritas di bidang taksonomi. Misalnya, James Fox menggunakan nama Borassus sundaicus sebagai nama ilmiah
dalam disertasinya di bidang antropologi. Untuk nama ilmiah lontar seharusnya
digunakan nama yang diakui secara taksonomi, misalnya nama ilmiah yang
digunakan di situs Encyclopedia of Life, Tree of Live, Discover Live, dsb.
Penulisan nama ilmiah juga harus dilakukan dengan mengikuti aturan baku,
misalnya nama epitet spesies yang harus dimulai dengan huruf kecil, nama
varietas alami yang harus didahului dengan var., nama varietas budidaya yang
harus didahului dengan cv atau ditulis dalam tanda petik bila tidak didahului
dengan cv.
- Konsep pertumbuhan dan
produksi tanaman. Pertumbuhan merupakan proses perubahan terkait waktu,
sedangkan produksi merupakan bagian tanaman yang dipanen. Karena pertumbuhan
merupakan proses terkait waktu maka tinggi tanaman, jumlah daun, lingkar
batang, dan sebagainya bukan merupakan variabel pertumbuhan. Yang sebenarnya
merupakan variabel pertumbuhan adalah perubahan tinggi tanaman, perubahan
jumlah daun, perubahan lingkar batang, dan sebagainya selama waktu pengamatan. Oleh
karena itu, analisis pertumbuhan dilakukan dengan mengintegrasikan peubah
pengamatan dengan waktu pengamatan, misalnya dengan terlebih dahulu menghitung
luas daerah di bawah kurva (LDBK) atau dengan menggunakan analisis ragam lintas
waktu. Pada pihak lain, produksi dapat berupa daun, batang, buah, atau biji,
bergantung pada bagian tanaman yang dipanen. Batang dan daun merupakan produksi
kangkung, bayam, sawi, dan sejenisnya, daun merupakan produksi tembakau, batang
merupakan produksi tebu, buah merupakan produksi tomat, gabah merupakan
produksi padi.
- Analisis statistik.
Analisis statistik merupakan alat yang digunakan untuk “membersihkan” data dari
galat (error), terutama dari galat percobaan (penelitian eksperimental) dan
galat pengambilan sampel (penelitian survai). Ketika statistik digunakan
sebagai alat untuk menganalisis data maka peneliti harus bisa patuh kepada
kaidah statistik. Misalnya, bila hasil analisis ragam menunjukkan tidak
terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan A, B, dan C yang nilai reratanya
masing-masing 3, 5, dan 8 maka peneliti harus menyimpulkan bahwa A, B, dan C
adalah sama. Perbedaan sebesar 2 antara A dan B, 3 antara B dan C, dan 5 antara
A dan C merupakan perbedaan yang terjadi karena galat. Bila yang dibahas
perbedaan ini, dan bukannya A, B, dan C adalah sama, maka peneliti sesungguhnya
membahas galat. Apalagi bila peneliti membahas dengan menyatakan, “Meskipun
hasil analisis ragam tidak menunjukkan ada perbedaan nyata, secara matematik ternyata
terdapat perbedaan”, maka peneliti ini telah berselingkuh dari statistika ke
matematika, dari penalaran induktif ke penalaran deduktif.
- Percobaan faktorial.
Percobaan faktorial dilakukan untuk meneliti interaksi dua atau lebih peubah
yang disebut faktor. Misalnya bila kita curiga bahwa perbedaan tanggapan
terhadap dosis pemupukan bergantung pada varietas, maka kita mencobakan dosis
pemupukan dan varietas dalam rancangan perlakuan faktorial. Karena percobaan
faktorial dilakukan untuk meneliti interaksi maka analisis percobaan faktorial
ditujukan untuk menentukan apakah memang ada interaksi atau tidak. Bila
varietas dilambangkan A dan dosis pemupukan B dan masing-masing terdiri atas
tiga taraf maka bila percobaan dilakukan dalam tiga ulangan, akan diperoleh
sejumlah kombinasi A dan B. Namun kombinasi ini tidak mewakili interaksi
sehingga untuk menentukan ada atau tidak interaksi maka yang harus dianalisis
bukanlah perbandingan antar kombinasi ini. Yang harus dianalisis untuk
menentukan ada atau tidak interaksi adalah perbedaan antar taraf A pada taraf
B1, B2, dan B3 dan perbedaan antar taraf B pada taraf A1, A2, dan A3.
- Uji lanjut. Uji lanjut
terdiri atas tiga kategori, yaitu uji pembandingan ganda, uji kontras
ortogonal, dan uji polinomial ortogonal. Uji pembandingan ganda digunakan untuk
membandingkan taraf perlakuan kualitatif, yaitu perlakuan seperti varietas,
jenis pupuk, jenis pestisida dan sebagainya, yang sama sekali belum diketahui
perbedaannya satu sama lain. Untuk taraf perlakuan yang sudah diketahui
perbedaannya satu sama lain sepeti halnya dosis pupuk dan dosis pestisida
(siapapun sudah tahu bahwa penyemprotan insektisida dengan dosis 10 ppm akan
lebih mematikan daripada dosis 1 ppm), uji lanjut yang seharusnya digunakan
adalah uji polinomial ortogonal yang dilanjutkan dengan analisis regresi untuk
menentukan persamaan polinomialnya. Untuk pembandingan antar satu perlakuan
dengan kelompok perlakuan, seperti antara kontrol dengan perlakuan yang
lainnya, digunakan uji kontras ortogonal.
- Penggunaan analisis
regresi secara salah. Analisis regresi dilakukan untuk menentukan hubungan
antara satu peubah tidak bebas (Y) dengan satu atau beberapa peubah bebas (X
atau X1, X2, ... Xn). Sebagaimana namanya, dalam analisis regresi X harus bebas
dalam arti tidak boleh ada hubungan antara, misalnya, X1 dan X2, atau X1 dan X2
tidak boleh menerima perlakuan tertentu. Misalkan dalam perlakuan tanggapan
varietas terhadap jenis pupuk hijau dilakukan analisis regresi antara produksi
dengan jumlah anakan per rumpun. Analisis regresi antar peubah pengamatan dalam
penelitian eksperimental seperti ini tidak bisa dilakukan karena dalam hal ini
jumlah anakan yang digunakan sebagai peubah bebas sebenarnya tidak bebas,
melainkan dipengaruhi oleh jenis pupuk hijau. Analisis regresi dapat dilakukan,
misalnya, antara dosis pupuk dengan produksi bila dosis pupuk merupakan
perlakuan.
- Angka signifikan. Angka
signifikan hasil pengukuran merupakan angka yang wajar dituliskan di belakang
koma dengan merujuk pada alat ukur yang digunakan atau angka yang wajar untuk
mewakili suatu konsep tertentu. Jika pengukuran dilakukan dengan meteran yang
ketelitian ukur terkecilnya adalam mm maka bila satuan dinyatakan dalam cm,
hanya boleh ditulis satu angka di belakang koma, misalnya 7,3 cm (7 cm ditambah
dengan 3 mm). Bila yang diamati adalah jumlah mahluk hidup maka tidak masuk
akal bila jumlah mahluk hidup dinyatakan sebagai satu angka di belakang koma
dengan angka di belakang koma > 0. Misalnya, tidak masuk akal menyatakan
jumlah daun 5,2 sebab 0,2 bukan merupakan daun, melainkan sobekan daun.
Demikian juga menyatakan jumlah 3,9 ekor wereng hijau per rumpun padi sebab 0,9
bukan merupakan wereng hidup, melainkan bangkai wereng.
- Perujukan pustaka atau
pereferensian. Perujukan pustaka berkaitan dengan gaya (style) yang harus
diikuti secara baku dalam mengutip pustaka dan membuat daftar pustaka. Dewasa
ini terdapat benyak gaya perujukan pustaka yang digunakan di dunia
internasional seperti misalnya Harvard, Vancouver, Chicago, APA, dsb., yang
masing-masing menetapkan cara mengutip dan membuat daftar pustaka yang harus
diikuti dengan benar. Untuk melakukan pengutipan secara otomatis, program
pengolah kata semacam Word dari Microdoft Office 2007 dan OpenOffice.org Write
telah dilengkapi dengan fitur perujukan pustaka otomatis. Selain itu juga
tersedia program aplikasi tersendiri yang gratis seperti Zotero dan yang
berbayar seperti EndNote.
- Satuan internasional dan
penulisan satuan. Satuan yang digunakan harus merupakan satuan internasional
(SI) yang ditulis dengan mengikuti aturan baku. Misalnya satuan berat adalah
gram, kilogram, atau ton yang ditulis g (bukan gr.), kg (bukan kgr.), dan ton
(bukan t). Satuan volume adalah liter yang ditulis L (bukan l) atau kL (bukan
kl). Singkatan satuan selalu tidak disertai dengan titik, sehingga g tidak
boleh ditulis g dengan disertai titik, demikian juga dengan Rp yang tidak boleh
ditulis dengan diikuti titik. Satuan per seratusan adalah bukan prosentase,
melainkan persentase yang berarti per seratus.
- Pembahasan hasil
penelitian. Pembahasan hasil penelitian merupakan penjelasan terhadap hasil
yang diperoleh, bukan membuat dugaan terhadap hal-hal yang berada di luar
konteks penelitian. Meskipun demikian, pembahasan masih dilakukan dengan lebih
banyak menduga-duga sehingga membuat penelitian yang seharusnya berawal dari
dugaan (hipotesis) dan berakhir dengan kepastian menjadi berawal dari dugaan
(hipotesis) dan berakhir dengan menduga-duga (bahkan meraba-raba).
- Tata tulis dan pengetikan
dengan pengolah kata. Artikel jurnal harus ditulis dengan tata tulis tertentu,
biasanya terdiri atas judul, byline (nama penulis dan afiliasinya), abstrak
dalam bahasa Indonesia dan Inggris, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan,
kesimpulan, ucapan terima kasih, dan daftar pustaka. Bagian-bagian ini harus
ditulis dengan mengikuti aturan tertentu mengenai penempatan judul, cara
memulai alinea baru, cara melakukan penyebutan secara berurutan, dan
sebagainya. Belum lagi menyangkut gaya penulisan (narasi, deskripsi,
argumentasi), tatabahasa (tatakalimat, penyusunan aline), kemampuan bahasa
(sangga beda dengan sanggah, ampu beda dengan ampuh). Aturan tersebut kemudian
harus diterjemahkan ke dalam proses pengetikan dengan menggunakan program
aplikasi pengolah kata. Pada umumnya orang masih mengetik menggunakan program
pengolah kata seperti mengetik dengan menggunakan mesin ketik sehingga akan
sangat menyulitkan membuat dokumen hasil pengetikan untuk diubah menjadi online.
Inilah selusin kegalauan
saya dalam menanggapi rencana penerbitan skripsi mahasiswa melalui jurnal
online. Bila selusin permasalahan kronis di atas tidak bisa terlebih dahulu
diatasi, saya khawatir penerbitan skripsi mahasiswa melalui jurnal online hanya
akan memalukan institusi. Kecuali terlebih dahulu mampu berbenah diri dan
masing-masing bersedia membuka diri untuk berdialog. Saya khawatir hal ini
sangat sulit mengingat sebagian dari kita sudah terlalu tua untuk bersedia
menerima perubahan, apalagi bersedia mengubah diri.
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar
Bila Anda merasa menerima manfaat dari mengunjungi blog ini, tolong sampaikan komentar