Serangga Tomcat yang Menghebohkan


Binatang menghebohkan yang dinamakan tomcat sebenarnya adalah binatang golongan kumbang (Coleoptera) yang merupakan anggota keluarga besar serangga (Insecta). Nama ‘tomcat’ merupakan nama yang diberikan oleh kalangan awam, sedangkan nama umumnya adalah kumbang rove (rove beetle). Kumbang ini juga dikenal dengan nama semut semai atau semut kayap, meskipun sebenarnya bukan termasuk golongan semut. Kumbang ini terdiri atas banyak spesies (jenis), satu di antaranya adalah Paederus littoralis yang sekarang sedang menghebohkan. Jenis lainnya adalah Tachyporus obtusus, Staphylinus olens, dan Ocypus sp. Kumbang ini dapat hidup dan berkembang biak pada berbagai jenis habitat, tetapi terutama menyukai habitat yang lembab seperti halnya sawah.

Kumbang tomcat Paederus littoralis
Kumbang tomcat Tachyporus obtusus
Kumbang tomcat Staphylinus olens
Kumbang tomcat Ocypus sp.
Sejatinya, kumbang tomcat ini merupakan sahabat petani karena merupakan predator bagi wereng, salah satu hama yang menjadi musuh utama para petani. Akhir-akhir ini populasi kumbang tomcat meningkat, mungkin karena pengaruh faktor cuaca yang lembab. Karena populasinya meningkat maka sebagian terdesak keluar dari habitat aslinya (di sawah) dan masuk ke kawasan perkotaan dalam jumlah besar. Bagi orang kota yang kurang mengenal serangga maka kemunculan serangga ini menjadi menghebohkan. Kehebohan semakin menjadi-jadi karena pemberitaan mengenai kumbang tomcat dilakukan tanpa mewawancarai narasumber yang berkompeten dan tanpa menggunakan rujukan yang jelas.

Mengingat merupakan keluarga besar maka kumbang tomcat mempunyai bentuk dan ukuran tubuh yang sangat bervariasi. Bentuk tubuhnya pada umumnya memanjang, kurang mirip dengan bentuk kumbang yang pada umumnya bulat. Selain itu, sayapnya sangat pendek sehingga tidak menutup sebagian besar bagian perutnya sebagaimana halnya pada jenis-jenis kumbang lain pada umumnya. Ukurannya bervariasi antara 1 hingga 35 mm, dengan kisaran ukuran rata-rata 2-8 mm. Antena kumbang rtomcat terdiri atas 11 ruas, ruas paling ujung berbentuk agak seperti gada. Karena sayapnya sangat pendek maka kumbang tomcat ini lebih suka merayap daripada terbang sehingga secara sekilas tampak seperti semut. Apabila merasa terganggu atau terancam, kumbang ini akan menaikkan bagian perutnya (abdomen) agar tampak seperti kalajengking untuk menakut-nakuti musuhnya.

Kumbang tomcat tidak mengigit ataupun menyengat, melainkan akan mengeluarkan cairan secara otomatis bila bersentuhan atau bersentuhan dengan kulit manusia secara langsung dan lebih-lebih apabila dia merasa terancam atau terganggu. Memang ada jenis tomcat yang mengeluarkan racun yang sangat berbahaya (12 kali lebih beracun dari racun ular kobra), tetapi jenis ini bukan merupakan jenis yang sekarang sedang menghebohkan. Cairan racun yang dihasilkan oleh kumbang tomcat ini disebut aederin (C24H43O9N). Racun ini dapat menyebabkan konjungtivitas dan penyakit kulit dikenal sebagai 'dermatitis linearis' atau 'dermatitis aederus'.

Untuk mencegah kumbang tomcat masuk ke dalam rumah, tutup pintu dan jendela serta matikan lampu yang tidak digunakan dan biarkan satu atau dua bola lampu di luar rumah tetap menyala. Bila memungkinkan, jendela dapat diberi kasa nyamuk. Jika kumbang tomcat terlanjur masuk ke dalam rumah, dapat dibunuh dengan menggunakan racun nyamuk semprot (dikenal secara salah kaprah sebagai obat nyamuk). Kalau melihat kumbang tomcat hinggap di tangan atau bagian-bagian tubuh lainnya, jangan dipencet atau dibunuh seperti mematikan nyamuk. Sebaiknya ditiup hingga kumbang tomcat pergi. Jika tetap tidak mau pergi, ambil dengan hati-hati menggunakan alat atau tangan yang ditutupi plastik dan kemudian buang ke tempat yang aman. Hindarkan anak-anak bermain di tempat-tempat yang banyak terdapat tumbuhan atau tanaman.

Bila telah terlanjur dihinggapi kumbang tomcat, segera cuci bagian badan yang dihinggapi dengan sabun atau lebih baik lagi segera mandi. Jangan memberi odol, minyak kayu putih, balsam, minyak tawon, maupun bedak tabur karena hanya akan memperparah keadaan. Pakain, seprei, dan handuk yang pernah dihinggapi kumbang tomcat juga sebaiknya segera dicuci. Dermatitid yang ditimbulkan oleh kumbang tomcat biasanya dapat diobati dengan menggunakan salep hydrocortisone 1% atau betametasone atau antibiotik neomycin. Peradangan juga dapat diredakan dengan mengkompres bagian kulit yang terkena racun dengan air dingin. Namun jika diperlukan pengobatan, sebaiknya lakukanlah setelah berkonsultasi dengan dokter atau segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.



Rencana Penerbitan Jurnal Online Perlindungan Tanaman Lahan Kering

Sistem pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagian besar terdiri atas pertanian lahan kering. Pertanian lahan kering dalam hal ini diartikan bukan semata-mata dengan merujuk kepada keadaan tanah, tetapi juga dengan merujuk kepada keadaan lingkungan fisik lainnya, lingkungan hayati, dan lingkungan sosial sebagai suatu kesatuan yang saling berkaitan satu sama lain. Dalam hal ini pertanian lahan kering juga mencakup usahatani sawah tradisional yang dilakukan hanya pada musim hujan. Perlindungan tanaman lahan kering dengan demikian berkaitan dengan segala upaya yang dilakukan untuk mengurangi kehilangan hasil tanaman yang dibudidayakan dalam lingkungan fisik, hayati, dan sosial lahan kering. Mengingat agro-ekosistem lahan kering mempunyai ciri-ciri khusus yang berbeda dengan agroekosistem lahan basah maka diperlukan perlindungan tanaman dengan pendekatan khusus yang khas agro-ekosistem lahan kering.

Untuk memberikan kontribusi terhadap upaya pengembangan lahan kering tersebut maka Minat Perlindungan Tanaman, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, merencanakan akan menerbitkan jurnal khusus yang diberi nama Perlindungan Tanaman Lahan Kering. Untuk menghemat biaya penerbitan, jurnal direncanakan akan diterbitkan secara online dengan memanfaatkan jasa layanan situs Internet gratis, layanan penyimpanan file gratis, dan cloud computing gratis. Karena akan diterbitkan secara online maka jurnal diberi nama lengkap Jurnal Online Perlindungan Tanaman Lahan Kering. Jurnal direncanakan akan diterbitkan sebanyak tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember) dengan memuat artikel mengenai topik khusus, hasil penelitian, dan laporan OPT/permasalahan perlindungan tanaman. Setiap kali terbit direncanakan akan dimuat minimal 6 artikel, terdiri atas 1 artikel topik khusus, 4 artikel hasil penelitian, dan 1 artikel laporan OPT/permasalahan perlindungan tanaman. Setiap artikel direncanakan akan melalui proses ulasan oleh mitra bestari (peer review) sebelum diterbitkan. Artikel hasil penelitian dapat berupa hasil penelitian individu maupun hasil penelitian kelompok, baik oleh dosen, mahasiswa, maupun dosen dan mahasiswa.

Dewan redaksi jurnal terdiri atas ketua, redaksi kehormatan, redaksi ahli, redaksi pelaksana, dan bagian administrasi. Ketua dewan redaksi dan redaksi pelaksana akan diisi oleh dosen Minat Perlindungan Tanaman, redaksi kehormatan oleh pimpinan fakultas dan jurusan, sedangkan redaksi ahli akan terdiri atas para ahli dari universitas terkemuka di Indonesia dan di luar negeri. Pada saat ini pimpinan Minat Perlindungan Tanaman sedang menghubungi para ahli untuk mengkonfirmasi ketersediannya menjadi redaksi ahli. Sementara itu, dosen Minat Perlintan kini sedang mempersiapkan rencana penerbitan, panduan penulisan manuskrip, dan rancangan situs jurnal. Rencana tersebut kini sedang dalam persiapan, di antaranya penyiapan:
Rencana Teknis Penerbitan
Panduan Umum Penulisan dan Pengiriman Manuskrip
Panduan Khusus Penulisan Ulasan Topik
Panduan Khusus Penulisan Laporan Penelitian
Panduan Khusus Penulisan Laporan OPT/Permasalahan Perlindungan Tanaman

Untuk terbitan volume 1 nomor 1 (April 2012), topik jurnal adalah perlindungan tanaman untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat lahan kering. Penulis ulasan topik akan ditunjuk oleh Dewan Redaksi. Volume 1 nomor 1 ini akan diprioriyaskan untuk laporan penelitian mengenai OPT dan perlindungan tanaman lahan kering, khususnya yang berkaitan dengan tanaman pangan, sayuran, dan buah-buahan lahan kering. Bagi parapeneliti yang ingin menerbitkan hasil penelitiannya, silahkan terlebih dahulu membaca panduan penulisan yang akan diaktifkan tautannya dalam waktu dekat. Karena itu, silahkan mencek kembali blog ini dalam waktu dekat. Untuk kepentingan pengulasan oleh mitra bestari (peer reviewers), penerimaan manuskrip dibatasi sampai minggu ketiga bulan Maret.

Cloud computing: Memanfaatkan Internet untuk Mendukung Visi Universitas Berwawasan Global

Cloud computing, apa pula ini? Sebagian besar dari kita mungkin masih bingung apa sebenarnya yang dimaksud dengan cloud computing. Dan apa pula terjemahan basaha Indonesianya. Berkomputer di awan? Tapi menurut banyak pihak, istilah ini memang masih diperdebatkan. Terlepas dari perdebatan ini, tanpa sadar kita sebenarnya sudah lama menikmati layanan cloud computing ini. Tidak percaya? Cek saja, berapa lama kyta sudah menikmati layanan semacam aplikasi Yahoo atau aplikasi Google semisal email dan berbagai layanan lainnya. Kita menggunakan aplikasi tanpa perlu menginstalasi apa pun dari kedua penyedia layanan tersebut ke dalam komputer kita.

Menurut Wikipedia, cloud computing merupakan komputasi sebagai layanan melalui jejaring Internet daripada sebagai produk. Yahoo dan Google adalah dua contoh mudah. Tetapi istilah cloud computing berkembang lebih dari sekedar layanan penggunaan program. Saat ini, cloud computing lazim dibedakan menjadi tiga lapis: (1) Software as a Service (SaaS) sebagai lapis puncak (luar), (2) Platform as a Service (PaaS) sebagai lapis tengah, dan Infrastructure as a Service (IaaS) sebagai lapis dasar (tengah). Dalam lapis SaaS, kita menggunakan layanan tanpa perlu tahu, misalnya, programnya diinstalasi di mana. Tapi karena itu, kita tidak dapat berbuat lebih banyak dari sekedar menggunakan layanan yang tersedia. Selain layanan aplikasi yang disediakan Yahoo atau Google, contoh layanan lapis SaaS lainnya adalah DeskAway dan Impel CRM.

Berbeda dengan lapis SaaS yang ditujukan untuk siapa saja, lapis PaaS ditujukan terutama untuk para pengembang program dan orang-orang yang mengerti pemrograman. Untuk tujuan tersebut, PaaS diberikan dalam bentuk cloud OS (sistem operasi di awan?) atau cloud middleware (perangkat lunak antara di awan?). Google App Engine dan Windows Azure adalah contoh cloud OS, sedangkan OrangeScape dan Wolf PaaS adalah contoh cloud middleware. Lain lagi halnya dengan kategori IaaS yang berwujud layanan penyediaan infrastruktur untuk menjalankan fungsi komputasi pihak lain. Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud) merupakan contoh cloud computing dalam kategori ini.

Untuk kelompok pengguna seperti kita pada umumnya, lapis layanan cloud computing yang patut menjadi perhatian tentu saja lapis SaaS. Cobalah misalnya akses penyedia layanan CloudMe, Cloudo, atau eyeOS, dan kemudian simak layanan apa saja yang disediakan. CloudMe misalnya, selain menyediakan paket aplikasi yang dapat diakses melalui komputer (PC maupun Mac) dan ponsel iPhone, Blackberry, dan Android, juga menyediakan dukungan penyimpanan gratis 3 GB dengan ukuran file maksimal 150 MB. Lalu coba pula akses Live Mesh (menggantikan layanan Windows Live Sync dan Windows Live Folder), yang memungkinkan pekerjaan dapat dilakukan pada banyak komputer tanpa harus meng-copy file dengan flash drive yang berpotensi menularkan virus. Cek pula layanan yang disedikan oleh Posterous, yang menyediakan layanan cross-publishing platform terbaik di dunia maya.

Setelah mengakses layanan tersebut, renungkan bagaimana sekiranya layanan semacam itu dapat dimanfaatkan untuk menunjang pelaksanaan tugas tridharma dosen. Bayangkan misalnya bila situs universitas tempat kita bekerja menyediakan koneksi ke layanan semacam itu, bukan hanya menayangkan struktur organisasi dan foto para pejabatnya. Tentu saja dengan hanya membayangkan tidak akan ada solusi. Blog dan tulisan ini dibuat bukan untuk sekedar bicata, tetapi untuk memberikan solusi. Terserah kepada kita masing-masing sekarang, sejauh mana kita benar-benar berniat untuk mendukung visi universitas berwawasan global, sejauh mana kita benar-benar ingin menghasilkan lulusan berstandar internasional. Apakah cukup hanya dengan menulis visi dan kemudian mengangguk-angguk di depan pimpinan sementara setelah itu tidak berbuat apa-apa? Apakah cukup hanya dengan mengubah kuirkulum maka dengan sndirinya akan dihasilkan lulusan berstandar internasional?

Berbagai layanan online kini tersedia untuk mendukung upaya mewujudkan universitas berwawasan global. Tidak semua layanan online tersebut dapat dikategorikan sebagai cloud computing, tetapi tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya menjadi bagian dari dunia global. Setidak-tidaknya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita ada, meskipun belum mampu berbuat lebih dari itu. Ingin menulis untuk bukan hanya disimpan di hard disk komputer tetapi juga untuk dikolaborasikan dengan dan diberikan komentar oleh orang lain? Gunakan saja layanan yang disediakan oleh Google Docs, Zoho Docs, Office Web Apps, atau Sync.in. Ingin menulis buku yang tidak hanya dicetak beberapa eksemplar sekedar untuk memenuhi syarat naik pangkat? Mengapa tidak memanfaatkan layanan 7-PDF Web Portal, PDFescape, PDFHammer, CodeBox’s PDF, atau DigiScanner sehingga memungkinkan buku diunggah menjadi online untuk dibaca banyak orang? Mengapa tidak sekalian mempublikasikannya secara online melalui layanan Scribd? Bukan hanya buku, slide presentasi juga dapat ditayangkan online melalui SlideShare, SlideRocket, arau SlideBoom sehingga orang lain dapat memberikan masukan. Tapi coba tanyakan kepada diri kita masing-masing, setelah menulis modul matakuliah, apakah mudul kemudian dapat dengan mudah diperoleh mahasiswa?

Tentu saja cloud computing juga dapat dimanfaatkan untuk tujuan belajar (dan mengajar). Mempunyai masalah dengan nama ilmiah serangga, jamur, atau bakteri? Mengapa tidak ambil fotonya dan kemudian unggah ke layanan penyimpanan foto online untuk meminta orang membantu melakukan identifikasi? Foto dapat diunggah menjadi online dengan banyak cara. Yang paling umum tentu saja Facebook, tapi di Indonesia belum banyak yang menggunakannya untuk tujuan belajar melainkan lebih banyak untuk unjuk diri (sampai mengarah ke narsis). Layanan penayangan foto online lainnya yang dapat dimanfaatkan adalah Flickr yang disediakan Yahoo dan Picasa Web yang disediakan Google. Sebagai dosen, sebagian dari kita pasti pernah mundapat proyek membuat modul matakuliah. Tapi setelah modul selesai ditulis dan dimasukkan ke pengelola proyek, apakah modul dapat diperoleh dengan mudah oleh mahasiswa? Lain halnya bila modul kemudian diunggah ke layanan jasa penyimpanan online semacam Mediafire atau layanan sejenis dan sejenis lainnya untuk kemudian ditautkan ke blog, sebagaimana misalnya modul matakuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman, Kebijakan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Gulma, akan lebih mudah mahasiswa mengaksesnya.

Tentu saja masih banyak lagi yang dapat dimanfaatkan dari cloud computing untuk mendukung pelaksanaan tugas tridharma berwawasan global. Memang tidak mudah untuk menjadi universitas berwawasan global, apalagi menghasilkan lulusan berstandar internasional. Karena untuk itu tidak saja diperlukan ilmu yang mumpuni, tidak hanya diperlukan kurikulum yang terus diubah, tidak hanya bicara kompetensi tetapi praktikumnya bagaimana, tetapi juga diperlukan kemampuan untuk menunjukkan bahwa kita ada. Juga diperlukan nilai plus daripada sekedar menyelesaikan sejumlah SKS. Untuk itulah maka cloud computing menjadi penting. Untuk itulah memang Internat dibuat. Tapi kalau ada universitas yang hanya mampu membuat situs tanpa menyediakan layanan Internet di kampusnya, entah apakah ini merupakan cara lain untuk menjadi universitas berwawasan global.

Membuat Blog untuk Mendukung Pelaksanaan Tugas Tridharma

Minat Perlintan Faperta Undana memprakarsai penggunaan blog untuk mendukung pelaksanaan tugas tridharma, khususnya PBM dan penelitian. Sebelumnya, sudah ada dosen PS IHPT Faperta Undana yang menggunakan blog untuk tujuan tersebut untuk matakuliah:
Dasar-dasar Perlindungan Tanaman
Kebijakan Perlindungan Tanaman
Ilmu Gulma
Epidemiologi Penyakit Tumbuhan
Pengendalian Hayati

Untuk meberi dukungan terhadap penyusunan skripsi, juga telah dibuat blog:
Sumberdaya Skripsi
Untuk penelitian, blog yang telah dibuat adalah:
Ketahanan Hayati Jeruk
PS IHPT yang sekarang dilebur menjadi Minat Perlindungan Tanaman juga sudah mempunyai blog:
Perlindungan Tanaman Faperta Undana

Untuk memungkinkan lebih banyak dosen mampu membuat blog dan menggunakannya untuk mendukung pelaksanaan tugas tridharma maka dilakukan pelatihan pada Senin, 6 Februari 2012. Materi pelatihan dapat diunduh sebagai berikut (klik judul di atas slide untuk mengunduh file dari SlideShare, klik slide untuk memutar langsung):
Materi lainnya akan diunggah menyusul.

Mengenal Bagian-bagian Blogger Blog
View more presentations from perlintanundana.

Program aplikasi khusus untuk menulis btayangan blog (blog posts):

Windows Live Writer: http://download.live.com/write
Windows
Program aplikasi pengolah kata untuk menulis tayangan blog ini kini mempunyai antarmuka berpita mirip dengan Microsoft Office 2007.

ScribeFire: http://www.scribefire.com/
Windows | Mac | Linux
Merupakan ekstensi program perambah dunia maya  Firefox, Chrome, Safari, dan now Opera, tetapi kini tersedia versi instalasi.

Zoundry Raven
http://www.zoundryraven.com
Windows | Portable
Merupakan program editor WYSIWYGyang dapat dijalankan dari komputer maupun cukup dari flash disk.

Menyiasati Pelaksanaan Praktikum yang Setiap Tahun Tidak Mendapat Alokasi Anggaran

Bagaimana bisa terjadi setiap tahun tidak tersedia anggaran biaya praktium memang bukan urusan dosen dan mahasiswa. Itu adalah kewenangann dan tanggung jawab para pengambil kebijakan. Tapi memberi dan menerima nilai praktikum sekedar sebagai hadiah tentu saja kemudian menjadi masalah moral dan etika bagi dosen dan mahasiswa. Dosen dan mahasiswa perlu bersama-sama mencari solusi. Solusi yang ditawarkan adalah melaksanakan praktikum secara gabungan untuk seluruh matakuliah dalam satu program studi/kelompok minat dan kemudian membiayai pelaksanaannya secara iuran oleh mahasiswa. Pelaksanaan praktikum secara gabungan diperlukan untuk menekan biaya yang perlu dikeluarkan dan untuk mengefisienkan penggunaan waktu. Biaya iuran yang telah dikeluarkan mahasiswa sekaligus dapat dijadikan dasar oleh para pengambil kebijakan di jurusan, fakultas, dan universitas untuk menentukan satuan nilai biaya praktikum secara wajar sesuai dengan anggaran biaya pendidikan yang selalu dikatakan telah meningkat. Bila kemudian anggaran biaya praktikum dicairkan maka anggaran yang dicairkan tersebut dikembalikan untuk dibagi-bagikan kembali kepada mahasiswa.

Untuk melaksanakan praktikum secara gabungan, ketua minat perlu terlebih dahulu pada awal semester mendaftar matakuliah minat yang ditawarkan pada semester yang bersangkutan dan kemudian menghubungi dosen untuk membahas rencana pelaksanaan praktikum gabungan. Praktikum gabungan mencakup pelaksanaan praktikum di lapangan pada hari pertama dan kemudian di laboratorium pada hari pertama. Dosen kemudian mempersiapkan topik praktikum yang akan dilaksanakan, tentu saja dengan merujuk pada RKPS dan buku panduan praktikum yang sudah dibuat dengan sangat indah dan memilih topik yang memungkinkan untuk dilaksanakan secara gabungan. Setelah itu, dosen semua matakuliah yang dilibatkan mendiskusikan operasionalisasi penggabungan topik-topik praktikum yang telah dipilih dan menyusun kebutuhan anggaran biaya pelaksanaannya. Kemudian, dalam satu minggu berikutnya dosen mensosialisasikan rencana yang telah dibuat kepada mahasiswa dan meminta mahasiswa untuk menyusun panitia kecil tingkat matakuliah. Panitia kecil tingkat matakuliah ini kemudian disampaikan kepada ketua minat untuk memanggil mereka guna melakukan sosialisasi gabungan mengenai pelaksanaan praktikum bersama dengan para dosen pengauh matakuliah untuk kemudian menyusun panitia gabungan dan menyusun rencana operasional pelaksanaan praktikum gabungan.

Dalam panitia gabungan tersebut, yang menjadi unsur utama kepanitian adalah mahasiswa. Hal ini sekaligus merupakan proses pembelajaran kompetensi berorganisasi bagi mahasiswa yang dalam matakuliah biasanya diajarkan lebih banyak kompetensi teknis. Dalam hal kepanitian ini, dosen hanya berperan sebagai pelindung, pengarah, dan pendamping. Panitia gabungan inilah yang selanjutnya mempersiapkan seluruh aspek pelaksanaan praktikum gabungan, mulai dari menentukan lokasi praktikum, mengurus perijinan, mempersiapkan alat dan bahan, mempersiapkan daftar pertanyaan dan lembar pengamatan, dan yang paling penting menyiapkan anggaran biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan praktikum selama satu hari di lapangan dan satu hari berikutnya di laboratorium.

Pelaksanaan praktikum gabungan ini memungkinkan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar berorganisasi guna memperoleh kompetensi kepemimpinan, tatakelola, dan akuntabilitas. Bagi dosen, pelaksanaan praktikum gabungan ini memungkinkan diperoleh data yang dapat dianalisis lebih lanjut untuk kepentingan pembuatan basis data OPT dan bahkan untuk penyusunan karya ilmiah kelompok. Tentu saja, semuanya harus dilakukan atas dasar kesepakatan, supaya tidak ada pihak yang meraksa dipaksa dan dirugikan. Tentu saja, semuanya harus didahului dengan proses yang wajar sebab hasil yang baik saja belum cukup bila proses pelaksanaannya tidak wajar. Tapi yang kemudian lebih penting dari ini semua, jangan sampai ada kecurigaan oleh siapapun. Sebab ini dilakukan untuk tujuan bersama mewujudkan visi menghasilkan lulusan bersrandar internasional. 

Baca juga: 

Berbagi

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites